Mengais Pahala Di Bulan Puasa

Alhamdulillah, bulan penuh berkah, ampunan, dan pahala telah tiba. Bulan yang senantiasa kita tunggu kedatangannya telah muncul di hadapan kita. Bulan Ramadhan, itulah namanya.

Masih hangat di benak kita beragam ibadah yang telah kita suguhkan kepada Allah azza wa jalla pada Ramadhan tahun lalu. Namun, masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi, dan begitu sedikit ibadah yang kala itu kita tujukan kepada Rabb langit dan bumi.

Tak ingin rasanya Ramadhan kali ini –dan Ramadhan-ramadhan berikutnya- berlalu dengan hampa, kosong atau hanya terisi dengan sedikit ketaatan kepada Allah ta’ala. Maka itu, mari kita buka kembali lembaran-lembaran yang berisi kalam Ilahi dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkan keutamaan bulan penuh berkah ini. Kita pelajari kembali tuntunan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan puasa, agar kita dapat lebih banyak mengais pahala. Semoga Allah curahkan taufiq-Nya kepada kita untuk memperbagus dan memperbanyak amal ibadah di bulan ini.

  1. Bersyukur.

Allah ta’ala berfirman:

وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلاَ تَكْفُرُوْنَ.

Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. al-Baqoroh: 152)

وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ.

Dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur. (QS. az-Zumar: 66)

Dengan datangnya bulan penuh berkah ini, hendaklah kita banyak-banyak bersyukur kepada Allah ta’ala. Sebab, banyak sekali amalan ibadah yang Allah sediakan agar seorang hamba dapat semakin bertakwa, mendapat banyak pahala dan bersih dari dosa-dosa.

Dan cara bersyukur itu, sebagaimana ulama sebutkan:

الشُّكْرُ طَاعَةُ الْمُنْعِمِ.

Bersyukur adalah mentaati Dzat Pemberi nikmat.

Semoga kita masuk dalam firman Allah azza wa jalla:

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ.

Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (QS. Saba`: 13)

  1. Berpuasa.

Allah ta’ala telah mewajibkan ibadah puasa pada bulan Ramadhan kepada kaum muslimin (QS. al-Baqoroh: 183). Dan puasa itu banyak memiliki faedah, di antaranya: dapat mempertebal ketakwaan kepada Allah, sebagai perisai dari perbuatan maksiat dan dosa, dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, penghapus dosa yang telah lalu, dll.

Maka itu kita dapati banyak hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkan buah istimewa dari berpuasa. Salah satunya adalah sabda beliau dalam hadits qudsi berikut:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ هُوَ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلْفَةُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ.

Semua amalan anak Adam adalah miliknya kecuali puasa, ia adalah milik-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada wangi minyak kesturi. (HR. Muslim)

  1. Shalat Tarawih.

Shalat tarawih hukumnya sunnah. Banyak sekali hadits-hadits yang menerangkan keutamaannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barang siapa yang mengerjakan qiyam ramadhan (tarawih) dengan penuh iman dan mengharap pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq ‘alaihi)

Beliau juga bersabda:

مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ.

Siapa saja yang mengerjakan qiyam (ramadhan) bersama imam hingga usai, akan dituliskan baginya pahala shalat semalam suntuk. (Shahih riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, dll.)

Lantaran beberapa keutamaan yang dimilikinya, hendaklah seorang muslim benar-benar menjaga shalat tarawih mulai awal Ramadhan hingga akhirnya. Semoga kita diberi kemudahan untuk selalu menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah shalat tarawih.

  1. Memperbanyak Tilawah al-Qur`an & Mempelajarinya.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu pernah bercerita bahwa malaikat Jibril ‘alaihissalam dahulu selalu mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di setiap malam hari bulan Ramadhan untuk mengajarkan al-Qur`an kepada beliau. (Muttafaq ‘alaihi)

Hadits di atas menunjukkan keutamaan membaca dan mempelajari al-Qur`an pada bulan Ramadhan. Bahkan diriwayatkan sebagian salafush shalih mengkhatamkan al-Qur`an setiap hari di bulan Ramadhan. Sedangkan sebagian yang lain mengkhatamkan pada setiap 3 malamnya. Demikian pula diriwayatkan bahwa Imam asy-Syafi’i rahimahullah dapat mengkhatamkan al-Qur`an sebanyak 60 kali pada bulan ini. Allahu a’lam.

  1. Memperbanyak Istighfar, Dzikir & Doa.

Seperti dzikit pagi petang, dzikir seusai shalat fardhu lima waktu. Demikian halnya dengan doa dan istighfar. Hendaklah kita memperbanyak doa dan istighfar kepada Allah ta’ala. Terutama pada waktu-waktu mustajabnya seperti pada sepertiga malam yang terakhir, sepuluh malam terakhir, malam laulatul qodar, hari jum’at, ketika sujud, ketika berpuasa dan waktu-waktu lainnya sepanjang bulan Ramadhan.

  1. Mendalami Ilmu Agama.

Menuntut ilmu agama wajib bagi setiap muslim. Dan di antara perkara agama yang harus diketahui oleh kita adalah hal-hal yang berkaitan dengan puasa. Hendaklah kita lebih mendalami permasalahan seputar puasa; tentang niat puasa, makan sahur, apa saja yang harus dijauhi, hal-hal yang boleh dikerjakan, pembatal-pembatal puasa, dan lain sebagainya.

Dengan mendalami ilmu agama secara umum dan seputar puasa secara khusus, seorang muslim dapat lebih mendalami hakekat ibadah yang sedang dia kerjakan, dapat menyempurnakannya, dan dapat melaksanakannya sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan begitu, kesempurnaan pahala dari Allah akan tercurahkan.

  1. Berbagi Buka Puasa.

Seputar permasalahan ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقِصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئاً.

Barang siapa yang memberi makan orang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa kurang sedikitpun. (Shahih riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah & Ibnu Hibban)

Bertolak dari hadits ini, bagi mereka yang memiliki kelebihan rizki, hendaklah menyisihkan sedikit hartanya dengan mengundang orang-orang yang tidak mampu untuk ikut serta merasakan lezat dan nikmatnya berbuka puasa.

  1. Bersedekah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang sangat dermawan, kebaikan dan kedermawanan beliau pada bulan ini melebihi angin yang berhembus. Demikianlah yang diceritakan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengenai kedermawanan beliau. (HR. al-Bukhari & Muslim)

  1. Menunaikan Ibadah Umroh.

Umrah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat agung. Yakni sebanding dengan ibadah haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi bersabda:

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِيْ.

Umroh di bulan Ramadhan sebanding dengan ibadah haji bersamaku. (HR. al-Bukhari, Muslim, dll)

  1. I’tikaf.

Ibadah ini boleh dikerjakan pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Syawal. (Muttafaq ‘alaihi)

Namun yang paling utama adalah dikerjakan pada bulan Ramadhan. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu melakukan i’tikaf sepuluh hari pada setiap bulan Ramadhan. Dan pada tahun beliau wafat, beliau i’tikaf selama dua puluh hari. (HR. al-Bukhari)

Dan yang lebih utama lagi adalah pada sepuluh hari terakhirnya. Aisyah radhiyallahu ‘anha bercerita: Dahulu beliau melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah azza wa jalla mewafatkan beliau. (Muttafaq ‘Alaihi)

  1. Mencari Malam Lailatul Qodar.

Terutama pada sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. Istimewanya pada malam-malam ganjilnya. Ketika itu, hendaklah memperbanyak ibadah kepada Allah. Dan jangan melupakan doa mulia yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.

Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun lagi suka mengampuni, maka itu ampunilah aku. (shahih riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dll.)

  1. Zakat Fitri.

Menutup bulan Ramadhan, ada sebuah ibadah yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim; wanita dan laki-laki, muda dan tua, orang merdeka dan hamba sahaya. Ibadah tersebut adalah zakat fitri.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri. (HR. Abu Dawud & an-Nasa`i)

Zakat ini dikerjakan sebelum pelaksanaan shalat Ied. Bila ditunaikan seusai pelaksanaan shalat Ied, maka zakat tersebut berubah menjadi sedekah biasa. Nabi bersabda:

مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ.

Barang siapa menunaikannya sebelum shalat maka zakat itu diterima, namun barang siapa yang menunaikannya setelah shalat maka menjadi sedekah biasa. (HR. Abu Dawud)

Inilah beberapa amalan wajib dan sunnah yang bisa dikerjakan oleh seorang muslim pada bulan Ramadhan. Semoga yang sedikit ini dapat membuahkan ilmu yang bermanfaat dan amal yang diterima. Semoga Allah menerima amal ibadah kita pada Ramadhan ini dan bulan-bulan lainnya. Wa billahi at-taufiq wallahu ta’ala a’lam. [Referensi Penting: Shifat Shaum an-Nabi fi Ramadhan, Syaikh Ali al-Halabi dan Salim al-Hilali, Mausu’ah al-Adab al-Islamiyyah, Abdulaziz bin Fathi as-Sayyid Nada, Kiat-kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan, Yayasan al-Sofwa, dll.]

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s