Adab Meruqyah (seri 2)

20121117_055826

Telah disampaikan pada tulisan sebelumnya dua adab meruqyah beserta penjelasan beberapa syarat ruqyah yang diperbolehkan di dalam Islam. Berikut ini empat adab meruqyah sebagai kelanjutan dari tulisan sebelumnya. Selamat menyimak.

KETIGA: WAJIB MENJAUHI RUQYAH YANG MENGANDUNG KESYIRIKAN

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

Tidak mengapa menggunakan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (HR. Muslim)

Dari hadis ini dapat kita ketahui bahwasanya ada jenis ruqyah yang mengandung kesyirikan dan ini dilarang, dan ada pula yang tidak mengandung kesyirikan dan ini yang dibolehkan.

Bila kita meneliti sejarah, ternyata ruqyah sudah ada pada masa Jahiliyah. Suatu masa dimana manusia hidup di dalam kelamnya kejahilan (ketidaktahuan) terhadap Allah al-Haq. Mereka memiliki tuhan namun berupa patung-patung atau berhala-berhala. Mereka menyembahnya, mengagungkannya, dan memohon segala sesuatu kepadanya. Termasuk di dalamnya ketika mereka meminta kesembuhan atau sedang melangsungkan praktek ruqyah. Pada ruqyah mereka itulah terdapat praktek-praktek kesyirikan yang bersebrangan dengan tuntunan Islam.

‘Auf bin Malik al-Asyja’i radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami dahulu melakukan ruqyah di masa Jahiliyah. Lalu kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang ruqyah kami dahulu?” Beliau bersabda:

اعْرِضُوا علَيّ رُقَاكُمْ. لاَ بَأْسَ بِالرّقَىَ مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ

Perlihatkan kepadaku ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan.(HR. Muslim)

Ya, tidak mengapa menggunakan ruqyah yang tidak mengandung kesyirikan. Bila terdapat padanya kesyirikan maka wajib dijauhi dengan sejauh-jauhnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرُّقىَ وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوْلَةَ شِرْكٌ

Sesungguhnya ruqyah, jimat dan pelet adalah kesyirikan. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Ruqyah yang dimaksud adalah ruqyah yang mengandung kesyirikan sebagaimana yang dipergunakan oleh orang-orang Jahiliyah dahulu.

Berikut beberapa contoh ruqyah yang mengandung kesyirikan:

  1. Ruqyah yang mengandung permohonan perlindungan atau bantuan kepada selain Allah, seperti kepada setan atau jin, wali tertentu, malaikat, penghuni makam tertentu, dst.
  2. Ruqyah yang mengandung nama-nama atau kata-kata yang tidak diketahui artinya. Bisa saja nama-nama tersebut adalah nama-nama setan atau jin, atau kata-kata tersebut adalah kata-kata yang mengandung kesyirikan. Terkadang juga dengan nomor-nomor tertentu yang tidak diketahui artinya.
  3. Ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur`an namun dibaca dengan cara tertentu yang tidak ada tuntunannya. Seperti dibaca secara terbalik, atau diulang-ulang pada kata tertentu dengan jumlah tertentu pula.
  4. Dijadikannya ayat-ayat al-Qur`an atau hadis sebagai jimat. Ayat atau hadis ditulis di atas selembar kertas, kemudian dibentuk sedemikian rupa dan digunakan sebagai kalung atau disimpan di tempat tertentu.
  5. Ruqyah yang mengandung doa-doa yang berisi tawassul kepada para wali atau orang mati, dll.

Setelah kita mengetahui beberapa hal di atas, janganlah seorang dari kita menerima ruqyah dari siapa saja, hendaklah kita selektif dalam memilah dan memilih mana ruqyah yang dibolehkan dan mana ruqyah yang diharamkan. Sebab bila salah dapat berakibat fatal, karena taruhannya adalah akidah, dan akidah itu tidak boleh menyimpang dari ajaran agama sedikitpun. Wallahu a’lam.

KEEMPAT: PENJELASAN BEBERAPA SIFAT ORANG YANG MERUQYAH

Dalam praktek ruqyah, hendaklah orang yang meruqyah –demikian pula orang yang sedang diruqyah- memperhatikan beberapa sifat berikut ini:

  1. Ikhlas dan Bertawakal hanya kepada Allah.

Tidaklah meruqyah melainkan hanya dengan memohon pertolongan dari Allah, dan hendaklah ia hanya mentauhidkan/mengesakan Allah dalam ibadahnya tersebut.

  1. Memiliki bekal ilmu tentang ruqyah.

Yakni mengetahui tata cara ruqyah yang baik yang tidak mengandung kesyirikan. Mengetahui ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur`an, hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau doa-doa tertentu yang disepakati boleh oleh ulama. Mengetahui mana ruqyah yang sesuai dengan syariat dan mana yang mengandung kesyirikan.

  1. Niatkan untuk memberi manfaat kepada sesama dan saling tolong-menolong.

Memberi manfaat, menolong orang yang membutuhkan, atau menolong orang sakit adalah perbuatan baik, dan perbuatan baik itu diperintahkan oleh agama, maka itu hendaklah kita saling ta’awun (tolong menolong) dalam kebaikan dan ketakwaan.

  1. Memiliki akidah/keyakinan yang kuat terhadap Allah.

Untuk menambah kuatnya keyakinan seseorang kepada Allah yaitu dengan jalan belajar agama. Mempelajari perincian rukun Iman, rukun Islam, dan pelajaran agama yang lainnya. Sehingga ia memiliki akidah yang kuat terhadap Allah. Mengetahui bahwa Allah semata Maha Pemberi kesembuhan dan meyakininya dengan keyakinan penuh. Meyakini pula bahwa usaha yang ia lakukan yang berupa ruqyah merupakan salah satu sebab kesembuhan, dst.

  1. Yakin bahwa kesembuhan hanya dari Allah semata.
  2. Yakin bahwa ruqyah hanyalah sebab kesembuhan.
  3. Makan dan minum dari rizki yang halal.

Allah adalah Maha Baik, Dia tidak menyukai melainkan hal-hal yang baik saja. Bila demikian, doa ruqyah itu akan memberikan pengaruh dengan izin Allah ta’ala. Tapi bila makanan, minuman, dan pakaiannya dari rezeki yang haram, bagaimana mungkin Allah akan mengabulkan permohonannya?!

  1. Menjauhi larangan-larangan Allah.

Larangan-larangan Allah adalah banyak, hal tersebut dapat kita ketahui dengan mendalami ajaran Islam, menjauhi larangannya merupakan ketakwaan kepada Allah ta’ala.

  1. Meruqyah dengan khusyuk dan penuh tadabbur.

Sebab Allah akan menerima doa hamba-Nya yang khusyu’ dan penuh tadabbur, Dia tidak akan menerima doa dari hati yang lalai lagi tidak khusyu’. Maka itu dalam meruqyah diperlukan kekhusyu’an dan keseriusan.

  1. Dalam keadaan suci dan bersih.

Hal ini lebih utama baginya dari pada dalam keadaan tidak suci/tidak berwudu.

  1. Memperbanyak zikir kepada Allah setiap hari, seperti zikir seusai salat wajib lima waktu dan zikir pagi dan petang.

Setiap mukmin akan mendapatkan godaan setan, apalagi orang yang berusaha untuk menjalankan ajaran Allah dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang rajin belajar agama, tahu atau paham tata cara mengusir dan menjauhkan diri dan godaan mereka, maka setan dari golongan jin akan terus menggodanya agar ia terperosok ke dalam jurang maksiat. Oleh karenanya ia membutuhkan benteng yang dapat melindungi dirinya dari serangan setan dan bala tentaranya, dan di antara cara tersebut adalah dengan memperbanyak zikir kepada Allah ta’ala. Dengan berzikir kepada Allah ta’ala seusai salat wajib lima waktu, demikian pula di waktu pagi dan petang, insyaAllah Allah akan menjaga dirinya dari segala godaan setan yang terkutuk.

KELIMA: MEMPERHATIKAN DUA HAL PENTING

Pengobatan dengan ruqyah dapat dicapai dengan adanya dua aspek, yaitu dari pihak pasien (orang yang sakit) dan dari pihak orang yang meruqyah.

1. Yang berasal dari pihak pasien adalah berupa kekuatan dirinya dan kesungguhan bergantung kepada Allah ta’ala, serta keyakinannya yang pasti bahwa al-Qur`an itu memang penyembuh sekaligus rahmat bagi orang-orang yang beriman dan ta’awwudz yang benar yang sesuai antara hati dan lisan, maka yang demikian itu merupakan suatu bentuk perlawanan. Seseorang yang melakukan perlawanan tidak akan memperoleh kemenangan dari musuh kecuali dengan dua hal, yaitu:

Pertama, keadaan senjata yang dipergunakan haruslah benar dan bagus (yakni bacaan-bacaan ruqyahnya).

Kedua, tangan yang menggunakannya pun harus kuat (yakni keimanannya).

Jika salah satu dari keduanya hilang, maka senjata itu tidak banyak berarti, apalagi jika kedua hal di atas tidak ada, yaitu hatinya kosong dari tauhid, tawakal, takwa, tawajjuh (menghadap, bergantung sepenuhnya kepada Allah), dan tidak memiliki senjata.

2. Dari pihak yang mengobati dengan al-Qur`an dan as-Sunnah juga harus memenuhi kedua hal di atas.

Oleh karena itu, Ibnu at-Tiin ra berkata: “Ruqyah dengan menggunakan beberapa kalimat ta’awwudz dan juga yang lainnya dari nama-nama Allah adalah pengobatan bagi rohani. Jika dilakukan oleh lisan orang yang baik, maka dengan izin Allah kesembuhan akan terwujud.”

KEENAM: MENUTUP CELAH DATANGNYA SETAN

Ruqyah yang dilakukan orang-orang sekarang ini umumnya digunakan untuk mengobati ‘gangguan’ atau ‘penyakit’ yang diakibatkan oleh pihak ketiga yakni jin yang berupa sihir dan sejenisnya. Orang itu bisa saja terkena sihir, namun ia juga bisa membentengi dirinya dari sihir itu. Di antara cara untuk membentengi dirinya adalah dengan melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan. Membentengi diri dengan zikir-zikir dan doa-doa yang telah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berupa zikir setelah shalat fardhu, doa sebelum tidur dan setelahnya, zikir pagi dan petang, doa sebelum keluar rumah, dst.

Demikian pula, di antara cara yang telah dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ini adalah banyak membaca al-Qur`an di rumah. Sebab setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur`an, khususnya surat al-Baqoroh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperi kuburan, karena sesungguhnya setan akan lari dai rumah yang dibacakan surat al-Baqoroh di dalamnya. (HR. Muslim)

Demikian pula, dengan cara membiarkan dinding-dinding rumah kosong dari gambar-gambar dan foto-foto manusia atau makhluk yang bernyawa. Sebab malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar atau foto-foto yang bernyawa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

لاَ تَدْخُلُ الْمَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ صُوْرَةٌ

Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada gambar (makhluk bernyawa). (HR. al-Bukhari)

Jibril ‘alaihissalam pernah berkata:

إِنَّا لاَ نَدْخُلُ بَيْتًا فِيْهِ صُوْرَةٌ وَلاَ كَلْبٌ

Sesungguhnya kami tidak masuk rumah yang di dalamnya ada gambar (makhluk bernyawa) dan anjing. (HR. al-Bukhari)

Maka itu, hendaknya kita berupaya semaksimal mungkin untuk menutup celah datangnya setan dari segala penjuru, di antaranya dengan memperhatikan beberapa hal yang telah disebutkan di atas.

Demikian beberapa adab penting seputar pengobatan dengan ruqyah. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang mengambil manfaat dari tulisan ini. Semoga kita diberi keselamatan di dunia dan akhirat. Amin.

 

Iklan

2 comments on “Adab Meruqyah (seri 2)

  1. Alhamdulillah, tapi baru sekali akhi. Kalau banyak masukan dari antum insyaAllah menjadi bagus seratus kali….heheee, di tunggu masukannya. Wa fiikum baarokallahu wa ahabbakaladzi ahbabtani lahu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s